Tata Kelola & Kepatuhan di NAEOS: Kebijakan, Audit, dan SSO Terintegrasi
Bagaimana NAEOS membantu tim menerapkan kebijakan, menjaga jejak audit, dan memenuhi persyaratan SOC 2, HIPAA, dan GDPR.
Proyek perangkat lunak enterprise menghadapi berbagai persyaratan tata kelola: penegakan kebijakan, jejak audit, kontrol akses, dan kepatuhan regulasi. NAEOS menanamkan tata kelola langsung ke dalam pipeline.
Sistem Kebijakan
NAEOS hadir dengan lima aturan kebijakan bawaan yang berjalan selama tahap validasi: project-required, modules-required, architecture-pattern-valid, deployment-strategy-valid, dan service-port-positive.
Aturan kustom dapat didefinisikan dalam Go:
rules := []policy.Rule{
{
RuleID: "require-testing",
Condition: "exists:testing",
Priority: 1,
Action: "block",
},
}
RBAC
NAEOS menyertakan sistem RBAC hierarkis dengan tiga peran bawaan: admin (akses penuh), developer (menjalankan pipeline, mengelola spesifikasi), dan viewer (akses baca-saja). Mendukung rantai induk dan aturan tolak.
Jejak Audit
Setiap eksekusi pipeline, evaluasi kebijakan, dan pembuatan artefak dicatat. Tiga backend tersedia: Standard Auditor (JSON log), Hashed Chain Auditor (SHA256 tamper-evident chain), dan Encrypted Auditor (AES-256-GCM).
Kerangka Kepatuhan
NAEOS menyediakan evaluasi kepatuhan bawaan untuk SOC 2 (8 kontrol), HIPAA (11 kontrol), dan GDPR (8 pasal):
naeos compliance report --framework soc2 --output report.pdf
naeos compliance report --framework hipaa --format json
Integrasi SSO
Tiga protokol SSO enterprise didukung: OIDC, SAML 2.0, dan LDAP. Konfigurasi melalui CLI:
naeos auth sso configure \
--provider oidc \
--issuer-url https://accounts.google.com \
--client-id your-client-id
Tata Kelola di CI/CD
Integrasikan pemeriksaan tata kelola ke pipeline CI Anda: validasi spesifikasi, lint, audit, dan verifikasi kepatuhan — semuanya dalam satu workflow.
Untuk dokumentasi lengkap, lihat dokumentasi Tata Kelola.